Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Penjualan mobil nasional sumbang Rp79,50 Triliun untuk negara

Penjualan mobil baru di Indonesia pada 2010 yang mencapai 764.710 unit dan menjadi rekor tertinggi, telah memberi pendapatan bagi negara sebesar Rp79,50 triliun. Dari jumlah tersebut, terbesar disumbang dari Pajak Penjualan Barang Mewah dan Pajak Penghasilan Rp63,54 triliun, selebihnya Rp15,96 triliun dari Pajak Bea balik Nama (BBN) dan Pajak Kendaraan bermotor.

Jongki D Sugiarto, Ketua I Gaikindo mengatakan, sudah saatnya pemerintah memandang lebih serius industri otomotif Indonesia karena sumbangsihnya yang besar. Seluruh pemasukan yang diperoleh dari pajak harusnya diimbangi dengan pertumbuhan infrastruktur yang selaras.

"Masalah macet di Jakarta jangan industri otomotif terus dikambing hitamkan. Nanti kalau penjualan sudah dibatasi, ujung-ujungnya produksi terganggu dan akhirnya PHK (pemutusan hubungan kerja) dilakukan. Ini yang kita hindari," ujar Jongkie di Jakarta hari ini (25/1/2011).

Jongkie menambahkan, di Jakarta saja Otomotif menyumbangkan Rp7 triliun atau 65 persen dari total pendapatan asli daerah pemerintah provinsi. "Tapi, yang ada, otomotif malah terus ditekan dengan berbagai kebijakan kontra produktif," beber Jongkie.

Mobil Balap Listrik dan Modifikator Nasional

Mobil Aballs menjadi pemenang dalam kontes modifikasi, Autoblackthrough 2010. Dapur pacu mobil ini dikembangkan oleh LIPI, sementara seluruh tubuh Aballs dibuat secara custom oleh rumah modifikasi Signal.

Rendahnya nasionalisme dan patriotisme ATPM merusak kemandirian industri otomotif Indonesia

Banyak hujatan yang dilontarkan kepada Indonesia akan ketergantungan yang luar biasa kepada asing dalam industri otomotif.

Beberapa menyalahkan sikap korupsi, mental kuli, dan sikap tidak kreatif Indonesia. Namun sebenarnya yang paling bertanggung jawab dalam kemandegan tersebut adalah ATPM.

Di India dan China, ATPM sangat berperan penting dalam motor penggerak pengembangan industri motor setempat. ATPM juga menjadi sarana alih teknologi yang sangat mumpuni.

Hanya saja di Indonesia, ATPM malaha kepanjangan tangan brand asing, hal ini diakibatkan karena asing juga menjadi pemilik mayoritas saham dalam ATPM tersebut.

Alih-alih menjadi penegah dalam alih teknologi, ATPM malah digunakan oleh asing untuk memonopoli pasar otomotif, mendikte kebijakan pemerintah dan mengaruk semua potensi bisnis turunan industri otomotif.

Pada zaman dimana era nasionalisme dan kebanggaan tehadap negara sudah bukan sesuatu yang tabu, asing dan ATPM seharusnya mengubah diri dari perilaku neo-kolonialisme seperti ini. Imperialisme ekonomi ini akan membuat konsumen menjadi objek dan bukan subjek dari pengembangan pasar. Usaha-usaha untuk melepaskan diri dari cengkeraman asing ini akan terus diddengungkan dan brand asing akan menjadi musuh dalam selimut.

Sebenarnya kalau asing misalnya toyota, ingin mengembangkan sayap, mereka harus ikut serta dalam pengembangan kemandirian industri otomotif nasional yang murni, bukan seperti kijang, sehingga penghormatan dan penghargaan kepada asing atau toyota akan semakin mempribumi.

Pengembangan Sepeda Motor Listrik Nasional

Dalam menghadapi tantangan kebutuhan energi yang semakin tinggi di satu pihak, maka sudah menjadi keterharusan di pihak pengguna energi untuk melakukan upaya signifikan dalam penghematan energi dan upaya nyata pengurangan emisi karbon, sebagaimana yang di sampaikan oleh Presiden SBY pada pertemuan “United Nations Climate Change Conference” yang dikenal sebagai Pertemuan Copenhagen 2009 dimana para pemimpin dunia sepakat untuk mengurangi produksi gas emisi pada tahun 2030 mendatang. Indonesia termasuk salah satu negara yang berjanji akan mengurangi jumlah gas emisi sebanyak 26 persen pada tahun 2030 mendatang.

Inovasi teknologi energi baru dan terbarukan yang diaplikasikan pada sektor transportasi sudah menjadi kewajiban para ilmuwan, peneliti dan para rekayasa untuk mengembangkan inovasi teknologi alat-alat transportasi yang ramah lingkungan, hemat energi serta murah dan awet pemeliharaan. Kementerian Riset dan Teknologi berupaya mendukung dan mendorong teknologi inovasi kerjasama ABG (Academician, Business dan Government) yang telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI Bandung dengan PT Betrix Indonesia dalam mengembangkan proyek sepeda motor listrik tanpa BBM dan infrastruktur stasiun "electric re-fuelling system” pertama karya anak bangsa.

Prototype sepeda motor listrik tanpa BBM tersebut diberi merk "ABYOR" yang berarti cemerlang dengan kinerja jarak tempuh 200 km per pengisian baterei (recharging), kecepatan maksimum 40 km/jam, akselerasi 0-35 km/jam dalam 10 detik. Acara uji-coba telah dilakukan oleh tim gabungan dari Biro Litbang Polri, Dit Samapta, Ditlantas Mabes Polri di Lapangan Brigif 15 Kujang II Cimahi Jawa-Barat, yang dibuka oleh Hari Purwanto Asisten Deputi Program Unggulan dan Strategis Kementerian Riset dan Teknologi serta dihadiri Kepala Pusat Inovasi LIPI, Bambang Subiyanto, Kepala Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI, Adi Santoso, serta pejabat teras PLN serta berbagai pihak ABG lainnya yang lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Hari Purwanto meninjau dan mencoba kendaraan minibus roda empat yang bermesin full listrik hasil kerjasama pengembangan LIPI dan DIKTI, serta eksperimen pemanfaatan hidrogen generator hasil pengembangan LIPI dan PLN pada kendaraan roda empat lainnya.

Untuk kedepan, kebijakan riset dan teknologi diarahkan guna menggalang upaya nyata kerjasama konsorsium R&D yang dapat meningkatkan produktifitas R&D yang didukung berbagai pihak seperti kemampuan disain lokal serta meningkatkan kandungan lokal, sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan kapasitas inovasi teknologi transportasi yang "ramah lingkungan", terjangkau dan murah dapat semakin terwujud, guna melakukan upaya nyata seperti apa yang telah disampaikan oleh Presiden SBY pada pertemuan Copenhagen tahun 2009. (ADPRUS/ humasristek)

Pemda Jateng dan Jatim Akan Gunakan Mobil Esemka, Siapa menyusul??

Ini merupakan tindakan yang perlu dicontoh. Tidak hanya berbicara mengenai pengembangan mobil nasional, tapi juga memberikan kontribusi konkret terhadap usaha pengembangannya.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rencananya kedua pemda tersebut akan menggunakan mobil buatan anak-anak SMK tersebut.

"Ya, sepertinya mereka tertarik, karena masing-masing sudah memesan sebanyak 100 unit mobil Esemka," ujar konsultan Departemen Pendidikan Nasional Ari Setiawan, ketika dikunjungi detikOto, di pameran Indonesian Manufacturing, di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, (2/12/2009).

Rencananya Esemka yang diminati Pemda ini adalah Esemka Digdaya. Sebelumnya Digdaya juga sudah diminati oleh kalangan di China.

Meskipun belum tahu akan digunakan untuk apa, namun Ari berharap, pemesanan tersebut dilakukan karena kedua instansi pemerintah tersebut tertarik untuk menjadikan mobil Esemka sebagai unit operasional mereka.

"Itu salah satu tindakan konkret mereka, jadi tidak hanya asal bicara saja," tambahnya.

Sehingga saat ini, Ari hanya tinggal memikirkan bagaimana caranya memenuhi permintaan total 200 unit tersebut, dengan memacu para anak-anak SMK untuk semakin kreatif dan produktif. Kapan Pemerintah Pusat menyusul?

Motor konsep Kanzen Sasori


Produk konsep yang disajiakan disampaing menawarkan banyak inovasi seperti skubek sport, juga motor yang sangat Indonesia banget semisal Kanzen Hybrid yang mengaplikasi dual penggunaan BBM dari LPG dan Bensin lalu ada Kanzen MPM (Multipurpose Motorcycle) atau motor serbaguna yang dapat membantu dalam ladang pertanian dan perkebunan.

Terkait "Silent War" Jepang terhadap Industri Otomotof Pribumi: Ternyata Indonesia Pasar motor Terbesar di Asia

Indonesia merupakan pasar motor terbesar di Asia, namun negeri ini belum mempunyai produksi motornya sendiri, sehingga banyak produsen motor dari negara lainnya seperti China, Jepang, dan Italia melemparkan produksinya ke Indonesia.

Potensi pasar yang besar itu mendorong TVS Group melalui TVS Motor Company Indonesia pada tahun 2005 melakukan investasi sebesar 50 juta dolar AS ke pasar domestik dengan mendirikan pabrik pertama di Karawang, kata Chief Operating Officer PT TVS Motor Company Indonesia (TMCI), Darmady Tjuatja saat peluncuran produksi baru TVS Neo X3i di Jakarta, Senin.

Menurut Darmadi Tjuatja, banyaknya motor dari negara lain masuk ke Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia adalah pasar yang potensial dalam industri tersebut.
Namun India melalui TVS Group mempunyai pandangan yang berbeda dengan produsen lainnya, langsung melakukan investasi dan mendirikan pabrik di Karawang dengan produksi sebesar 300 ribu per tahun, katanya.

Ia mengatakan, pasar Indonesia dengan India sebenarnya sama, karena keduanya memiliki penduduk yang jumlah cukup besar, namun India mempunyai produksi motor sendiri seperti Bajay dan TVS Neo, sedangkan Indonesia masih belum ada produknya.

Begitu pula dengan China sudah memproduksi motor China dan mempunyai pasar sendiri, dan melepas produknya juga ke pasar Asia lainnya seperti di Indonesia, namun belum melakukan investasi di Indonesia dalam sektor tersebut.

Namun India dengan komitmen yang kuat melakukan investasi di Indonesia yang akan dijadikan sebagai pusat produksi motor TVS Indonesia untuk kawasan Asia Tenggara, tuturnya.

Ditanya kenapa masih memproduksi motor bebek, menurut dia, karena pasar masih cukup besar yang mencapai 38 persen, sedangkan TVS merupakan “anak bawang” yang baru muncul dalam tiga ini.

“Kami harapkan dapat meraih pangsa pasar di dalam negeri antara delapan persen sampai 10 persen,” katanya.

TVS Indonesia, lanjut dia juga berminat memproduksi jenis motor bukan bebek, namun saat ini masih fokus ke sektor tersebut.

Karena itu , TVS juga berharap akan dapat memproduksi satu juta unit motor dalam beberapa tahun ke depan, sehingga menjadi pemain utama dalam bisnis tersebut, katanya.

Alasan Esemka Incar Para Guru dan Kepsek

Mobnas Esemka mengincar guru dan Kepala Sekolah sebagai target awal pembelinya, hal ini ditujukan agar menjadi panutan guna semakin memacu motivasi para siswa-siswinya untuk terus berkarya di bidang otomotif.

Karenanya, konsentrasi pemasaran awal akan dipusatkan pada guru dan kepala sekolah, sebagaimana diutarakan Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan Nasional Joko Sutrisno.

Ia memaparkan, segmentasi pasar bertujuan agar anak-anak SMK bisa semakin bersemangat dalam berkarya, karena melihat tokoh-tokoh panutan mereka mengakui dan membeli produk yang telah mereka ciptakan.

"Kalau guru dan kepala sekolahnya saja membeli, mereka (SMK) kan pasti bersemangat, karenanya kita coba fokus di situ dulu," ujarnya ketika berbincang dengan detikOto, Selasa (18/5/2010).

Sejauh ini, ada sekitar 7.000 SMK yang ada di Indonesia, kalau saja kepala sekolah dan gurunya membeli hasil karya muridnya ini, Esemka tentu akan maju.

Kedua mobil ini sendiri dirakit dan dikembangkan oleh lima SMK, yakni SMK 2 Solo, SMK 5 Solo, SMK Muhammadiyah Borobudur dan SMK 1 Singosari dengan mengusung tiga pilihan mesin bensin dan 1 mesin diesel.

Untuk mesin bensin, Esemka akan tersedia dalam kapasitas 1.8 liter, 2.000 cc dan 2.200 cc, sedangkan untuk diesel Esemka akan tersedia dengan mesin 2.500 cc.

Nuri Incar Anak-anak Kampus Nasionalis

Mobil nasional garapan PT Super Gasindo Jaya, Nuri, yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan, nantinya akan dipasarkan pada masyarakat umum. Pabrikan nasional ini bakal menjadikan anak-anak kampus yang mengaku nasionalis sebagai pangsa pasarnya.

Hal tersebut diutarakan langsung CEO Super Gasindo Jaya, Kuntjoro Njoto. Ia mengatakan, segmen menengah akan menjadi incaran pemasaran Nuri kedepannya.

"Kelas menengah, khususnya para mahasiswa-mahasiswa yang peduli dengan produk dalam negeri menjadi pangsa pasar kita, mobil ini cocok untuk mereka," ujarnya ketika berbincang dengan detikOto, Senin (19/4/2010)

Selain dimensinya yang kecil, kapasitas mesin yang diperbesar bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa yang ingin tampil ekonomis dan efisien, namun tetap mengedepankan fungsi, sehingga Nuri dinilai cocok untuk mendukung aktifitas mereka.

Karenanya, sampai saat ini, Nuri terus dikembangkan terutama mengenai urusan safety dan kenyamanannya nanti, sehingga ketika mulai dipamerkan bulan Juli mendatang, sudah dalam keadaan yang siap untuk dipasarkan kepada konsumen umum.

Jadi Taksi: Dukung produksi massal mobnas pemerintah bisa tiru jepang dan Inggris

Taksi dibeberapa negara sudah diwajibkan untuk ikut serta dalam komitmen pelestarian lingkungan. Karenanya sejumlah perusahaan taksi dunia sudah menggunakan mobil bertenaga listrik.

Bila beberapa waktu lalu sempat muncul taksi yang menggunakan Mitsubishi i-MiEV di Jepang, kini Inggris pun mulai menerapkan hal serupa. Hanya saja bukan mobil listrik Mitsubishi tersebut yang digunakan, melainkan Mercedes-Bez Vito bermesin elektrik.

Hebatnya, program sosialisasi penggunaan taksi elektrik ini dibiayai oleh Goverment Advantage Niche Vehicle Research & Development Programme, di London, Inggris.



"Kami ingin di London taksi sudah menggunakan mobil listrik pada 2012 mendatang," ungkap Sales and Marketing Director of Zytek Automotive, Steve Tremble, seperti dikutip dari Autoevolution, Jumat (2/4/2010).

Mercedes menyebut taksi elektirk ini E-Vito. Mobil itu mampu mengangkut hingga enam orang sejauh 120 km dalam sekali pehgisian baterai listriknya. Bila baterai habis, dapat diisi ulang lagi dengan memakan waktu enam jam.

E-Vito menggunakan motor listrik bertenaga 75kW (95hp) yang disuplai dari baterai Li-ion yang mempunyai power 35 kWh. Untuk motor listrik dipakai keluaran Zytek, sementara baterai listriknya dipasok dari Valence.



Sedang transmisi E-Vito, pabrikan Jerman itu memilih merek Vocis yang disuplai oleh Graziano. Selain itu, disematkan pula teknologi yang memungkinkan roda belakang bisa membelok. Dengan begitu radius putar E-Vito bisa mencapai 7,6m.

Posisi motor listrik terpasang di atas mesin dan ada penambahan air untuk mencegah panas dari mesin. Kabel-kabel listrik bertegangan tinggi dan rendah saling berhubungan. Begitu juga sistem lainnya seperti ABS (antilock braking system), ESP (electronic stability program) dan OBD (onboard diagnotics).

Untuk memuluskan proyek kendaraan listrik ini, Mercedes-Benz Inggris memberi kepercayaan kepada Zytek, Valence Technologies & Penso. Untuk pemasaran akan diserahkan kepada Zyteck.

Signalauto.net ready to support "mobnas project"

In their release in "mobnas" facebook, signalauto.net express their support and readiness to take part in the building of "mobnas project".

signalauto.net or SIGNAL KUSTOM BUILT was found in Bandung, Indonesia. Opened in 2005, They became the leader in auto modification and custom painting in town. They had rebuilt and won many contest cars, especially well known by the extreme transformation of ‘97 Panther Pick Up into Hummer H2 SUT. With their product quality, team creativity, and variety of design, they could transform any vehicle into a unique work of art.

More

Ternyata Jerman Melalui Mercedes Pernah Menyuap Damri: Saatnya Indonesia Memakai Bus Lokal

Perusahaan Daimler, yang membuat mobil dan bus Mercedes, terungkap pernah menyuap pejabat BUMN di Perum Damri. Namun, Kementerian BUMN menjamin pengadaan bus setelah tahun 2005 bebas dari suap.

Penyuapan Daimler di Indonesia adalah bagian dari kasus penyuapan besar-besaran pabrik Mercedes itu di 22 negara yang diungkap oleh US Department of Justice (Depkum HAM AS). Daimler kini menghadapi tuntutan di AS atas praktek penyuapan yang diungkap Depkum HAM AS.

Penyuapan ini untuk melancarkan tender pengadaan mobil, bus atau truk Mercedes dengan pemerintah setempat. Nah, di Indonesia, yang kebagian uang suap Daimler adalah Perum Damri yang menerima US$ 41.000. Uang itu untuk keanggotaan golf, hadiah perkawinan dan bentuk penyuapan lain untuk pejabat terkait.

"Saya yakin kalau pengadaannya tahun 2006 ke atas, tidak ada pejabat BUMN yang terlibat," kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu saat dihubungi detikcom lewat telepon, Kamis (25/3/2010).

Menurut dia, Kementerian BUMN baru dibentuk tahun 2005. Perum Damri sebelum itu berada di bawah Kementerian Perhubungan.

"Saya sudah cek itu (suap Mercedes), tapi saya nggak tahu kapan pengadaannya. Tapi saya yakin itu sebelum ada Kementerian BUMN," jelas Said.

Memang, data dari Depkum HAM AS tidak menyebutkan tahun proyek pengadaan bus Damri yang menggandeng Mercedes. Depkum HAM AS hanya menyebutkan rentang waktu kejadian penyuapan di 22 negara itu pada 1998-2008.

"Saya juga nggak tahu persis orangnya (pejabat Damri) masih menjabat atau tidak sekarang ini," pungkasnya.

Sementara itu Dirut Perum Damri, Iwitjara Adjie, belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Dia tidak merespons saat dihubungi beberapa kali lewat ponselnya.

Mobindo: Produsen Bus Nasional

Gabungan beberapa karoseri nasional mengembangkan perakitan sasis bus buatan dalam negeri yang diberi nama Mobindo (Mobil Indonesia).

Rencananya Mobindo mulai diproduksi pada bulan Oktober 2009 dengan investasi awal hingga US$ 10 juta.

Direktur Utama PT Mekar Armada Jaya (New Armada) David Herman Jaya mengatakan Mobindo dikembangkan oleh 5 pemegang saham utama antara lain Adi Putro, Armada Jaya, Dongpung, Honda dan Askarindo.

"Produksi awal kami akan produksi 500-1000 unit sasis bus per tahun," katanya saat ditemui di gedung Departemen Perindustrian, Kamis malam (13/8/2009).

Rencananya Mobindo akan memproduksi jenis sasis bus untuk ukuran 9 meter keatas dengan target pasar metromini untuk wilayah pedesaan.

"Produksinya untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri," katanya.

Dikatakannya selama ini produk sasis banyak diimpor dari luar negeri. Sehingga dengan adanya produk sasis Mobindo kebutuhan sasis bus bisa depenuhi dari dalam negeri meskipun dalam jumlah terbatas.

"Kita akan maksimalkan komponen lokal semua, tujuanya kita lokal," jelasnya.

David menambahkan total kebutuhan mobil komersial termasuk bus per tahunnya mencapai 65.000-70.000 unit per tahun. Sampai saat ini total perusahaan karoseri di tanah air mencapai 400 perusahaan, dengan tenaga kerja sekitar 40.000-50.000 orang.

Mobnas Boneo Akan Jadi Mobil Impian

Asianusa di facebook mereka meluncurkan sebuah produk mobnas anyar yang bakal mengisis kekosongan pada segmen mobil impian Indonesia. PT Boneo Daya Utamma, produsen Boneo, meluncurkan beberap tipe dengan variasi warna yang sangat menarik.

LIPI Lebih Memilih BUMN Untuk Produksi Massal Mobil Hybrid Made in Indonesia

Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia (LIPI) berharap ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tertarik pada mobil hibrida garapan LIPI dan berniat untuk memproduksi mobil itu secara masal.

LIPI sendiri selama ini sudah bekerja keras untuk membuat mobil konsep yang ramah lingkungan dan juga hemat dalam penggunaan bahan bakar sejak 2005 hingga saat ini proses pengembang terus dilakukan.

Hal itu diungkapkan Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Syahrul Aiman di Bandung.

"ATPM mobil tentu susah karena mereka sudah concern pada produknya. Nah yang kita harapkan ada BUMN yang tertarik memproduksi massal mobil tersebut," ujar Syahrul.

Kenyataan itu tentu berat bagi LIPI, sebab persaingan mobil di zaman sekarang tentu ketat karena setiap produsen mobil dituntut untuk menciptakan mobil yang layak.

Menanggapi hal itu Syahrul menyatakan kesiapannya untuk membuat mobi tersebut bersaing dengan mobil hibrida lainnya.

"Kita tentu siap bersaing dengan yang lain," yakinnya.

Sebelumnya LIPI telah berhasil mengembangkan mobil konversi listrik dari sasis Toyota Kijang.

Satu lagi mobil hatchback atau si bungkuk yang saat ini pengembangannya terus dilakukan untuk mendapatkan titik maksimal. Si mobil hibrida hatchback itu mengadopsi mesin berkapasitas 160 cc.

Mobil Super Irit UGM Ingin Saingi Prancis

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membuat terobosan di bidang otomotif dengan meluncurkan "Semar". Ini adalah mobil irit yang dirancang bisa menempuh jarak 1.000 kilometer dengan satu liter bensin.

Mobil itu akan ditingkatkan lagi untuk menyaingi mobil Prancis. Menurut Suhanan, rekor jarak terjauh dengan 1 liter bensin dipecahkan mahasiswa Prancis, karena dengan 1 liter bisa menempuh jarak 3.700 kilometer. Microjoule -- nama prototipenya -- mampu menempuh sekitar 3.794 kilometer per liter.

Kendaraan ini akan diikutkan dalam "Shell Eco-Marathon" (SEM) Asia 2010 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 8-11 Juli 2010, yang merupakan ajang pendidikan untuk memotivasi kreativitas dan inovasi mahasiswa menjawab tantangan di bidang kelangkaan energi pada masa depan dengan menciptakan kendaraan yang dapat menempuh jarak terjauh dengan BBM seminimal mungkin.

Keikutsertaan UGM Yogyakarta merupakan yang pertama kali bersama tiga perguruan tinggi lain, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) , Universitas Indonesia (UI) Jakarta, dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya di SEM Asia 2010.

Tim Semart terdiri atas 15 mahasiswa Fakultas Teknik UGM dengan koordinator Teofilus Hartono. Mereka dibimbing sejumlah dosen, antara lain, Dr Jayan Sentanuhady (mesin/prime power), Dr Alva Edy Tantowi (desain), dan Dr Suyitno (struktur).

Bentuk mobil "Semar" memang mirip kendaraan balap formula. Pengemudi duduk setengah berbaring dengan bobot tidak boleh melebihi 50 kilometer, sehingga yang bisa mengemudikan hanya perempuan, karena susah mencari pria berbobot kurang dari 50 kilogram.

Namun, efiesiensi yang dimiliki mobil itu mempunyai efek samping, karena hanya bisa berjalan maksimal dengan kecepatan 35 kilometer per jam. Artinya untuk menempuh perjalanan dari Anyer-Panarukan yang berjarak 1.000 km per liter membutuhkan waktu sekitar 30 jam. Hal ini bukan merupakan prestasi maksimal, kata Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM, Suhanan.

Tim menjelang lomba akan mengupayakan agar kendaraan lebih ringan, yakni tidak lebih dari 20 kilogram. "Semar" didesain menggunakan dua roda berpenggerak di belakang dan satu steering roda depan. Penggerak pemula adalah mesin 4 tak berselinder tunggal dengan kapasitas 25 cc, yang diaplikasikan dengan sistem injeksi yang bisa diprogram.

Rektor UGM Prof Sudjarwadi mengatakan, pembuatan "Semar" adalah contoh rintisan terpuji dalam perjalanan mahasiswa calon pemimpin bangsa di bidangnya yang berambisi mengabdi untuk kepentingan bangsa dan kemanusiaan.

"Partisipasi di SEM Asia 2010 sesuai dengan salah satu visi dan misi UGM sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia menuju perguruan tinggi Tri Dharma yakni kampus kerakyatan, kampus sosiokultural, dan universitas riset," katanya.

Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi mengatakan, SEM Asia 2010 memberikan kesempatan kepada generasi muda yang tertarik dengan teknologi, energi, dan transportasi sebagai sebuah wadah yang unik untuk menampilkan inovasi mereka.

"Kami bangga Tim Semart UGM sebagai salah satu dari sembilan tim dari Indonesia yang akan berlaga di SEM Asia 2010 sudah meluncurkan kendaraannya. Kami berharap kesembilan tim dari Indonesia, yakni UGM, ITS, UI, dan ITB dapat unjuk gigi dan berprestasi di tingkat internasional," katanya.

Ajang SEM baru pertama kali diselenggarakan di Asia. Ajang ini sudah digelar 25 tahun di Eropa dan kawasan Amerika. Even ini akan diikuti 111 tim dari 12 negara di Asia. Untuk setiap tim Indonesia, Shell mendukung dana 2.000 ribu dolar AS untuk pembuatan mobil, sedangkan akomodasi tim sebesar 2.250 dolar AS.

Mobil irit ini terbuat dari bahan ringan, yakni campuran fiber. Mobil ini juga dirancang memiliki bentuk yang mengurangi koefisien hambatan angin. Bentuknya seperti mobil balap Formula 1.

"Struktur rangka dari kendaraan `Semar` menggunakan kombinasi pelat dan profil almunium yang didesain sedemikian rupa sehingga berat dan struktur bodi tidak lebih dari 25 kilogram," kata pembimbing Tim Semart UGM, Jayan Sentanuhady, RAbu 17 Maret 2010, seusai menguji coba kendaraan itu dari University Club (UC) UGM Bulaksumur ke kawasan Malioboro Yogyakarta .

Kendaraan ini memiliki panjang total 2,7 meter, tinggi 0,8 meter, dan lebar 0,88 meter yang didesain dengan tiga roda berpenggerak di roda belakang dan steering roda depan.

Sebagai penggerak permulaan digunakan mesin 4 tak bersilinder tunggal dengan kapasitas 25 cc yang mengaplikasikan sistem injeksi yang dapat diprogram. Dengan sistem itu diharapkan konsumsi bahan bakar dapat dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan riil.

Dengan konsep itu, "Semar" dapat melaju dengan konsumsi bahan bakar seminimal mungkin, sehingga menjadi kendaraan ramah lingkungan, karena dengan jarak tempuh 1.000 km hanya mengonsumsi BBM 1 liter bensin. Ini berarti jarak tempuh antara Anyer-Panarukan hanya menghabiskan 1 liter BBM, kata Jayan.

Melongok industri otomotif buatan Sulawesi

PT Bosowa Nusantara Motor, membuat motor bekerjasama dengan Hyosong Motors & Machinery Inc, Korsel.

Mobil Hibrida Rekayasa Indonesia, Seharga Rp 50 Juta

Pada acara Eco Products International Fair, yang berlangsung dari 4–7 Maret lalu, ternyata ada hal yang cukup menarik di bidang otomotif tetapi kurang mendapatkan perhatian, yaitu mobil ramah lingkungan karya putra-putri bangsa Indonesia. Keduanya, mobil hibrida dan listrik di stan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kedua mobil tersebut kurang begitu menarik perhatian karena salah satunya adalah Kijang Super keluaran awal 1990-an, dan satu lagi hatchback kecil. Hanya saja, tulisan di samping mobil itu cukup menarik bagi orang-orang tertentu. Pada Kijang Super ditulis “The 1st Electric Car Conversion”. Sedangkan satu lagi “The 1st Hybrid Elecric Vehicle”. Menariknya lagi, mobil hibrida ini kalau dibikin secara massal, ongkos produksinya diperkirakan Rp 50 juta.

Kedua mobil ditemui secara kebetulan karena sebagian wartawan menunggu acara pengumuman pemenang Toyota Eco Youth dengan panggung berada di depan stan LIPI. Bila tidak, bisa saja terlewatkan.

Berdasarkan keterangan Humas LIPI yang bertugas saat itu, Mustari, kedua mobil ini direkayasa oleh LIPI Bandung, yang menangani masalah instrumentasi dan mekatronika.

Tipe seri
Tentu saja menarik, di saat mobil hibrida lagi nge-tren di dunia saat ini, muncul karya asli buatan Indonesia. Sebuah hatchback kompak dengan penampilan secukupnya. Sayang, ketika diminta detail dimensinya, Mustari mengaku tidak mempunyai.

Hanya dijelaskan, mobil ini dilengkapi dengan generator dengan mesin 160 cc di belakang, sedangkan baterai di depan. Fungsi mesin untuk mengisi baterai. Selanjutnya mobil dijalankan oleh baterai. Tepatnya, mobil hibrida yang dicoba diteliti oleh LIPI adalah tipe seri. Artinya, mobil digerakkan oleh motor listrik.

Dari spesifikasi sumber penggerak dijelaskan, mobil ini menggunakan motor listrik 2-fasa dengan tegangan 72 volt, arus AC. Tenaga maksimum yang bisa dihasilkan 43 PS pada putaran 7.500 rpm. Sedangkan torsi 129 Nm. Sistem kontrol 72 volt/550 ampere.

Untuk baterai, memang bukan lithium-ion. Namun, paketnya adalah 72 volt/220 Ah. Mobil dilengkapi dengan charger 72V/25 ampere. Menurut Mustari, kemampuan mobil ini untuk dikebut 70 km/jam.

Interior mobil ini sangat sederhana dan tampaknya dikerjakan oleh mereka yang bukan ahli di bidangnya. Ini bisa dilihat dari jahitan trim interior, baik jok, setir, dan dashboard. Bahkan ketika pintu coba dibuka-tutup, tidak seperti kondisi mobil yang dijual di pasaran.

Menurut Mustari, mobil hibrida yang dikerjakan dengan trail and error menghabiskan dana Rp 200 juta. “Kalau dibikin secara massal, harganya bisa Rp 50 juta, seperempat harga penelitian,” jelasnya. Kondisinya tanpa AC dan perlengkapan hiburan serta kemudahan pengemudi atau penumpang lainnya.

Dijelaskan pula, mobil ini mulai dikerjakan LIPI sejak tahun lalu dan lebih diutamakan untuk mendalami sistem penggeraknya. “Kita coba memamerkan, siapa tahu ada perusahaan yang ingin memanfaatkan, melakukan investasi membuat mobil hibrida rekayasa ahli kita,” jelas Mustari.

Baterai
Achmad Rizal, Marcomm PT TAM, insinyur lulusan ITB, ketika diminta komentar tentang mobil hibrida dan listrik LIPI ini mengatakan, secara pribadi pengembangan yang dilakukan oleh LIPI ini kurang pas. “Kalau mau mengembangkan teknologi, coba bikin baterai. Pengembangan yang banyak dilakukan perusahaan sekarang ini fokus pada baterai,” tegasnya.

Dijelaskan, komponen seperti motor listrik, sistem kontrol (elektronik), dan lainnya tidak menjadi masalah. "Coba kalau dibikin baterai yang bisa diisi dengan cepat, ringan, dan kemampuan menyimpan energi tinggi, dipastikan akan dicari bukan hanya oleh produsen mobil, juga oleh gadget elekronik,” komentar Rizal.

Indonesia's Arina, ESEMKA or GEA manufacturer should join D8's common brand car

This momentum should be used by Indonesia to establish its own car plant since the joint venture of D-8 car will be establish by common capital by the member states.

The developing eight countries (D8) agreed to jointly produce a car under a common brand name, the D8 automotive specialized working group chairman said here on Monday.

The Moj news agency quoted Mohammadreza Roshani-Moqaddam as saying that the D8 member states currently produce around 5 percent of cars in the world.

Iran, Bangladesh, Egypt, Indonesia, Malaysia, Nigeria, Pakistan, and Turkey are the D8 member states which took part in the 5th meeting of working groups on industrial cooperation in Tehran from February 28 to March 1.

“The D8 would be a suitable market for the car,"" the official said adding, the produced car could even be exported to other countries.

“Since Iran, Turkey, and Malaysia are the only member countries that have car manufacturing factories, the common brand car will be designed by these three,” he explained.

According to him, economic justification studies will be completed in 6 months and the plan will be followed up in the next D8 meeting in Istanbul.

Following the “Conference on Cooperation for Development”, on October 22, 1996, and after a series of preparatory meetings, the establishment of D8 was announced officially by the Summit of Heads of State in Istanbul, on June 15, 1997.

The objectives of D8 are to improve developing countries' positions in the world economy, diversify and create new opportunities in trade relations, enhance participation in decision-making at the international level, and provide better standards of living..

Indonesia's made Solid Ceramics Battery (SCB) Lithium

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil membuat produk baterai baru yang diklaim kali pertama di dunia.

LIPI telah mengembangkan baterai lithium berbahan keramik padat yang disebut sebagai Solid Ceramics Battery (SCB) Lithium. SCB Lithium ini menggunakan komposit material gelas keramik.

Baterai model baru itu, sebagaimana dikutip dari www.lipi.go.id, disebutkan dapat digunakan pada mobil hibrida. Bambang Prihandoko, peneliti Material dan Komposit Pusat Penelitian Fisika LIPI, menyatakan dengan bahan tersebut sistem fuel tidak lagi memerlukan sistem pendingin.

Pasalnya, baterai lithium dari keramik ini dapat menahan panas hingga 200 derajat Celcius. Selama ini, mobil hibrida sendiri masih menggunakan baterai berbahan polimer padat yang tidak tahan panas. Sehingga masih memerlukan sistem pendingin.

LIPI, lanjut Bambang Prihandoko, telah mengembangkan baterai dari polimer padat berbentuk prototipe. Baterai ini telah dipatenkan oleh LIPI, sehingga sudah bisa diproduksi secara massal.

Namun, sambung dia, baterai lithium buatan LIPI memang belum diujicobakan pada kendaraan listrik fuel cell buatan LIPI yang masih menggunakan lead acid atau aki konvensional.

‘Penemuan ini adalah kali pertama di dunia. Apabila dibandingkan dengan polimer padat, kelebihan SCB Lithium ini mampu menahan panas sampai 200 derajat Celcius, sehingga tidak diperlukan lagi sistem pendingin,’ jelas Bambang Prihandoko di Jakarta, awal bulan ini.Sementara, mobil hibrida saat ini yang berhasil dikembangkan oleh pabrikan di dunia, masih banyak menggunakan Solid Polymer Battery (SPB) Lithium. Dengan begitu, setiap jamnya harus di-charge ulang.Sedangkan SCB Lithium yang dikembangkan oleh LIPI, pengisian fuel cell-nya dapat dilakukan setelah dua jam untuk penggunaan tiap 100 km per jam. SCB memiliki tegangan sebesar 3,3 volt dan 200 miliAmpere, yang dapat diserikan ataupun diparalelkan pemasangannya. Dengan begitu kemampuannya bisa meningkat.

Bambang Prihandoko menambahkan kendaraan listrik produk LIPI, yaitu Marmut LIPI (Marlip), juga akan dimodifikasi menjadi Fuell Cell Vehicle dari SCB Lithium. ‘Saat ini masih dalam taraf pengujian dan prototipe untuk Marlip, yang akan disempurnakan pada tahun 2014.’